Senin, 06-07-2026
  • Selamat datang di website Madrasah Aliyah Al Ma'arif Plus Errabu Bluto Sumenep Madrasah berintegritas, berkarakter dan berdaya saingSelamat datang di website Madrasah Aliyah Al Ma'arif Plus Errabu Bluto Sumenep Madrasah berintegritas, berkarakter dan berdaya saingSelamat datang di website Madrasah Aliyah Al Ma'arif Plus Errabu Bluto Sumenep Madrasah berintegritas, berkarakter dan berdaya saingSelamat datang di website Madrasah Aliyah Al Ma'arif Plus Errabu Bluto Sumenep Madrasah berintegritas, berkarakter dan berdaya saingSelamat datang di website Madrasah Aliyah Al Ma'arif Plus Errabu Bluto Sumenep Madrasah berintegritas, berkarakter dan berdaya saing
  • Selamat datang di website Madrasah Aliyah Al Ma'arif Plus Errabu Bluto Sumenep Madrasah berintegritas, berkarakter dan berdaya saingSelamat datang di website Madrasah Aliyah Al Ma'arif Plus Errabu Bluto Sumenep Madrasah berintegritas, berkarakter dan berdaya saingSelamat datang di website Madrasah Aliyah Al Ma'arif Plus Errabu Bluto Sumenep Madrasah berintegritas, berkarakter dan berdaya saingSelamat datang di website Madrasah Aliyah Al Ma'arif Plus Errabu Bluto Sumenep Madrasah berintegritas, berkarakter dan berdaya saingSelamat datang di website Madrasah Aliyah Al Ma'arif Plus Errabu Bluto Sumenep Madrasah berintegritas, berkarakter dan berdaya saing

UIM Pamekasan Perkenalkan Smart Farming Berbasis IoT kepada Siswa MA Al Ma’arif Plus

Diterbitkan : - Kategori : Madrasah Today

SUMENEP – Program Studi (Prodi) Agroteknologi Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan lakukan giat bersama Organisasi Siswa Madrasah (OSIM) MA. Al Ma’arif Bluto, Kabupaten Sumenep, dalam upaya memperkenalkan konsep pertanian modern berbasis teknologi kepada kalangan pelajar.

Kegiatan penyuluhan ini digelar di Aula MA Al Ma’arif Plus Miftahul Ihsan pada Senin, 6 Juli 2026, dengan mengusung tema utama “Transformasi Pertanian Tradisional Menuju Smart Farming dengan Internet of Things (IoT)”.

Acara ini dihadiri langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ihsan, K. Abbasi Rahman, S.Pd.I, perwakilan civitas akademik MA Al Ma’arif Plus Suhri, S.Pd.I, serta Ketua Prodi Agroteknologi Universitas Islam Madura, Lia Kristiana, S.P., MP. Dalam sambutannya, Suhri, S.Pd.I menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif Prodi Agroteknologi Universitas Islam Madura (UIM) yang telah memilih MA. Al Ma’arif Plus sebagai mitra kegiatan. Ia menegaskan bahwa pertemuan semacam ini sangat krusial untuk memperkaya wawasan dan mengubah sudut pandang generasi muda terhadap sektor pertanian yang selama ini semakin jarang dilirik.

“Kegiatan ini sangat penting sekali karena bisa memberikan cara pandang baru tentang dunia pertanian yang justru mulai dilupakan oleh anak-anak muda saat ini. Banyak siswa yang mengira bertani hanya sekadar mencangkul dan menanam di sawah tanpa sentuhan ilmu pengetahuan, padahal saat ini pertanian sudah berkembang sangat pesat,” ungkap Suhri di hadapan para peserta.

Senada dengan hal itu, Ketua Prodi Agroteknologi Universitas Islam Madura (UIM), Lia Kristiana, S.P., MP mengaku sangat senang melihat sambutan hangat serta antusiasme luar biasa dari pihak madrasah dan seluruh siswa MA. Al Ma’arif Plis. Ia menyoroti masih kuatnya pandangan keliru atau stereotip yang melekat di masyarakat, termasuk di kalangan remaja, mengenai profesi petani.

“Saya sangat senang acara semacam ini bisa terselenggara di MA. Al Ma’arif Plus. Saya ingin menegaskan di sini bahwa stereotip bertani selama ini masih sangat klasik, menjadi petani seolah-olah pekerjaan kuno, terbelakang, dan tidak memiliki prospek cerah. Padahal kenyataannya sangat berbeda. Harapan saya, melalui kegiatan ini bisa membuka kesadaran baru khususnya bagi siswa-siswi di sini bahwa menjadi petani zaman sekarang juga bisa keren, berkelas, dan memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi,” jelas Lia Kristiana dengan tegas.

Lia kemudian memaparkan secara rinci mengenai profil dan keunggulan Prodi Agroteknologi yang dikelola Universitas Islam Madura (UIM). Jurusan ini, katanya, dirancang khusus untuk mengintegrasikan budaya bertani tradisional yang sudah menjadi kearifan lokal masyarakat dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini.

“Jurusan Agroteknologi adalah jurusan yang menggabungkan pengetahuan bertani yang kita kenal selama ini dengan kemajuan teknologi masa kini. Kurikulum kami disusun secara cermat agar selalu mengikuti kebutuhan pasar kerja dan perkembangan industri pertanian nasional maupun global. Sehingga harapan besar kami, lulusan-lulusan Prodi Agroteknologi UIM nantinya bisa segera diserap oleh pasar dengan kompetensi yang mumpuni,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep pertanian pintar atau smart farming dengan dukungan teknologi IoT memungkinkan petani memantau kondisi lahan, kelembapan tanah, suhu udara, hingga kebutuhan air dan hama secara real-time menggunakan perangkat pintar. Hal ini tentu akan meningkatkan hasil panen, menekan biaya produksi, serta menjaga kelestarian lingkungan.

“Kehadiran teknologi ini memberikan nuansa baru bagi kita semua: bertani tidak lagi harus dilakukan dengan cara-cara konvensional yang berat dan tidak efisien, melainkan bisa dikerjakan dengan metode yang modern, presisi, dan berdaya saing tinggi,” tutup Lia Kristiana.

Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal kolaborasi berkelanjutan antara Universitas Islam Madura dan Miftahul Ihsan Al Maarif Plus serta mampu melahirkan minat dan bakat siswa untuk mendalami ilmu pertanian dan turut memajukan sektor pangan di Pulau Madura ke depannya.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan